This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 12 Mei 2011

Mimpi, keyakinan dan harapan

Mimpiku, seolah tak pernah mati mimpi mimpi yang dulu pernah kutiupkan kedalam batinku. belum sempat aku terbangun dari tidurku, mimpi lain muncul. merasuk begitu saja dalam pikiranku. seperti  debu diterbangkan angin yang tak pernah berhenti bergerak menerbangkan asa, jauh kedalam angan angan lalu limbung diterpa badai hidup yang menerjang. Kemudian mimpi itu jatuh di permukaan samudera, tenggelam hingga palung hati terdalam. Nyaris tanpa bekas!

Kini mimpi itu muncul kembali. Bukan dalam bentuk debu yang dulu telah lenyap di samudera. Mimpi itu kembali hidup, kali ini dalam bentuk yang berbeda. Menggumpal menjadi sekeping keyakinan yang ingin mencapai kepingan mimpi yang lain. Kemudian bersama kepingan kepingan itu, keyakinanku akan membentuk kesejahteraan bernama sukses.

Bangunlah! Kini mimpi-mimpi itu ada didepan untuk kukejar. Semakin ku beranjak dari tempatku ini, semakin dekat aku ke mimpi itu. Aku menemukan bongkahan lain dari keyakinanku pada jejak mimpi itu. Semakin banyak kumpulan keyakinan yang kudapat, semakin dekat aku dengan mimpi itu. Ternyata tidak mudah untuk menelusuri jejak mimpiku. Di depanku kini terdapat sebuah labirin kehidupan yang bisa saja menyesatkanku menjauhi mimpi itu. Kepingan keyakinan yang ku kumpulkan membisikkan sesuatu dalam hidpuku. “Masuklah dalam labirin itu, temukan jalan untuk mencapai mimpimu”

Baru saja aku masuki labirin itu, aku dikejutkan oleh gelapnya kehidupan. Tanpa pencahayaan dan tanpa penuntun, tapi aku masih memiliki keyakinan yang setia menemaniku berjalan perlahan sambil meraba raba masa depan. Belum seberapa jauh aku melangkah aku melihat sepercik cahaya di ujung jalan yang gelap ini. Ternyata segerombolan kunang kunang. Aku mengikutinya kemana ia terbang. Aku tak mau limbung ditengah gelap yang memayungi kehidupan. Ternyata gerombolan hewan itu membawaku masuk jauh lebih dalam pada gelap yang makin mencekam. Kelompok kunang kunang itu tiba tiba lenyap entah kemana meninggalkanku sendiri dalam pekatnya gelap.

Aku beranjak coba mencari arahku. Setidaknya keyakinan masih bersamaku. Aku tak bisa melihat apapun, hanya meraba  raba apa yang menjadi masa depanku. Karena dibutakan gelap, aku tak melihat adanya jurang yang menyebabkan perbedaan hidup. Aku terjatuh dengan keras hingga kehilangan kesadaran. Setelah terbangun, aku mendapati sebatang lilin yang menyala redup. Kujadikannya lilin itu sebagai pelita yang akan menerangi jalanku pada labirin kehidupan ini.

Tak terasa lilin penerangku hampir habis. Aku masih kelimpungan dalam jurang yang memisahkanku dengan mimpiku. Dan akhirnya pelitaku redup. Sekali lagi aku masih menggenggam keyakinanku erat.Ternyata masih ada jalan. Setitik sinar harapan kini ada di depanku. Semoga cahaya itu bisa membimbingku pada sang mimpi. Aku sudah lelah menghadapi batu karang yang menghalangi sampanku mencapai mimpi. Inikah jalan yang akan kutempuh sekarang untuk mencapi mimpiku? Dengan memantapkan hati dan keyakinan yang kegenggam ini aku putuskan untuk menuju cahaya harapan itu. Semoga mimpiku ada dan bersemayam disana. Mungkinkah..??

Senin, 11 April 2011

19 tahun, sebuah harapan

Hari ini akan segera berganti. Senin 11 april 2011. Tepat 19 tahun aku dilahirkan di dunia. Ada yang beda hari ini, tidak biasanya aku sedih saat berulang tahun. Tapi sekarang aku benar benar mengalaminya. Itu karena kedua orangtuaku tidak bersamaku, terpisah ratusan kilometer jarak. Aku mengingat ngingat apa yang telah aku berikan pada mereka? Tidak ada. Justru aku menyusahkan mereka. Aku telah melakukan kebohongan pada mereka. Aku sangat berdosa pada mereka. Ya ALLAH lindungilah mereka dalam setiap tindakannya, berkahilah apa yang mereka lakukan, ampunilah dosaku dan dosa mereka, sayangi mereka seperti dulu mereka menyayangiku sejak aku kecil hingga kini. Engkaulah yang maha penyayang dan maha mengetahui apa yang ada dalam hati

Kamis, 07 April 2011

Masih Ingat Kandungan Pancasila?

Pancasila, mungkin banyak orang di republik ini yang udah ga memaknainya lagi. Padahal didalamnya terdapat dasar sebuah negara.


Ketuhanan yang maha esa
Maknanya tiap orang berhak memilih agama sesuai yang dipercayainya sesuai UUD 1945 pasal 26 dan saling bertoleransi antar umat beragama


    tapi coba lihat ini:



    Apa itu nilai yang terkandung dalam sila pertama?


Kemanusiaan yang adil dan beradab
Maknanya setiap warga negara memiliki kesetaraan hak yang berdasarkan kemanusiaan


    bandingkan dua gambar ini:
    

   Itukah nilai dari kemanusiaan yang berasaskan keadilan?


Persatuan Indonesia
Maknanya Indonesia merupakan satu kesatuan yang utuh dan mengesampingkan perbedaan


   faktanya:

  
   Bangsa ini semakin tidak menghargai perbedaan dan cenderung melupakan Bhinneka tunggal Ika




Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Maknaynya setiap pencarian jalan keluar perlu suatu kebijaksanaan dalam suatu musyawarah


  tapi yang terjadi justru:


   Semua masalah dapat sekejap diselesaikan. Suatu "kebijaksanaan" marak terjadi di negeri ini


Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Maknanya lagi lagi tentang keadilan, namun yang ini mengkhususkan pada status sosial


  seperti pada 2 gambar ini:

   Itukah yang disebut keadilan?




Semakin lama makin menunjukkan bahwa saat ini Indonesia hanya suatu Integrasi wilayah yang berorientasi pada daulat UANG, bukan Integrasi Ide dan Gagasan yang dulu diperjuangkan oleh cendekiawan Indonesia pada masa kebangkitan nasional.

Rabu, 06 April 2011

Warisan Tanah Papua yang Menjadi Kutukan

Papua, tanah kaya di ujung timur Indonesia. Kaya akan suku dengan kelimpahan budayanya, namun seperti memiliki sebuah kutukan. Kutukan dari barang tambang yang dikuasai segelintir pihak yang menuhankan harta. Mereka menjadikan bumi cendrawasih yang kaya tidak berdaya. Emas dan tembaga melimpah terkandung di tanahnya. Suku-suku disana pada awalnya tidak memusingkan kekayaan itu, sampai datang pihak asing yang terus menggerus, menggali, melukai Pulau Burung ini. Mereka menjadikan para pemuda pribumi sebagai budak penggali kekayaan yang hasilnya dinikmati si pemilik modal. Upah diatas rata rata yang mereka terima hanya secuil dari harta yang mereka berikan pada Amber, sebutan untuk orang yang berasal dari luar papua. Namun inilah yang merusak moral pemuda Papua. Mabok dan seks bebas kerap dijumpai disana, menyebabkan mereka melupakan budayanya sendiri, budaya suku yang telah mengakar kuat dari nenek moyang mereka yang berpikir mendiami serta mencintai bumi sudah sangat cukup daripada menguasai kekayaan yang terkandung dalam tanah Cendrawasih. "Kekayaan bisa berarti kutukan untuk pulau yang indah ini". Mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan bagaimana kekayaan papua yangtak ada habisnya dieksploitasi oleh pihak asing. MIRIS!